P3A Cendana Bangun TPT dan Saluran Irigasi P3-TGAI, Dukung Produktivitas Petani di Dramaga
BOGOR, Minggu (2/8/2026) – Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) Cendana melaksanakan pembangunan Tembok Penahan Tanah (TPT) dan rehabilitasi saluran irigasi melalui Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) yang digagas Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui Direktorat Jenderal Sumber Daya Air (Ditjen SDA).
Kegiatan yang difasilitasi Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Ciliwung Cisadane tersebut berlokasi di Cisasah Kanan, Desa Neglasari, Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor. Pekerjaan dimulai pada 17 Juni 2026 dengan melibatkan 15 tenaga kerja lokal.
Ketua P3A Cendana, Amay Wijaya, mengatakan pembangunan meliputi Tembok Penahan Tanah (TPT) dan rehabilitasi saluran irigasi di perbatasan Desa Neglasari dan Desa Petir. Menurutnya, proyek tersebut bertujuan memulihkan jaringan irigasi yang sebelumnya terputus akibat longsor sehingga aliran air kembali mengaliri lahan pertanian secara optimal.
"Program ini merupakan kegiatan P3-TGAI yang dibiayai melalui APBN Tahun Anggaran 2026 dan mengacu pada Perjanjian Kerja Sama (PKS) Nomor HK.02.01/PKS/BBWS4.9.4/VI/2026/417.54," ujar Amay.
Sebagai bentuk transparansi kepada masyarakat, P3A Cendana telah memasang papan informasi proyek sebelum pekerjaan dimulai sehingga seluruh informasi mengenai pelaksanaan kegiatan dapat diketahui secara terbuka.
Amay menjelaskan, hingga saat ini progres pembangunan telah mencapai sekitar 70 persen. Tahapan pekerjaan saat ini difokuskan pada pengecoran Tembok Penahan Tanah (TPT), kemudian dilanjutkan dengan betonisasi saluran irigasi sepanjang 50 meter.
"Saluran irigasi lama hilang akibat longsor. Melalui pembangunan ini kami menyambungkan kembali saluran tersebut agar distribusi air kembali normal. Kami optimistis pekerjaan dapat segera diselesaikan," katanya.
Ia menambahkan, dasar dan kedua sisi saluran diperkuat menggunakan besi tulangan sebelum dilakukan pengecoran. Setelah beton mengering, permukaannya diaci menggunakan semen agar lebih rapat dan mampu meminimalkan risiko kebocoran.
Dalam pelaksanaannya, proyek menghadapi sejumlah tantangan. Material harus diangkut dari lokasi penumpukan yang berjarak sekitar 500 meter menuju titik pekerjaan. Selain itu, medan kerja berada di bibir tebing dengan kedalaman sekitar 30 meter serta memiliki kontur tanah yang labil sehingga seluruh pekerjaan dilakukan dengan tingkat kehati-hatian yang tinggi.
Meski demikian, keselamatan kerja tetap menjadi prioritas. Seluruh pekerja telah dibekali Alat Pelindung Diri (APD) sesuai standar guna meminimalkan risiko kecelakaan kerja di lapangan.
Setelah rampung, jaringan irigasi tersebut diproyeksikan mampu mengairi sekitar 27 hektare lahan persawahan di Desa Neglasari dan sekitar 15 hektare sawah di Desa Petir.
"Dengan berfungsinya kembali saluran irigasi ini, kami berharap pasokan air ke lahan pertanian kembali lancar sehingga produktivitas para petani dapat meningkat," pungkas Amay.
Laporan: Jemi Kurniawan (JK)



Komentar
Posting Komentar