BETONISASI JALAN DESA PURWASARI DI KAMPUNG SITU UNCAL DORONG PENINGKATAN AKSES DAN MOBILITAS WARGA

BOGOR — Pemerintah Desa Purwasari, Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor, terus mendorong percepatan pembangunan infrastruktur dan peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pemanfaatan Bantuan Keuangan Khusus (Bankeu) Akselerasi Pembangunan Perdesaan dari APBD Kabupaten Bogor.

Salah satu program yang tengah dilaksanakan yakni pembangunan betonisasi jalan desa beserta kelengkapannya di Kampung Situ Uncal, RT 04/RW 01, Desa Purwasari, Jumat (11/9/2026).

Pekerjaan betonisasi tersebut memiliki panjang 160 meter, lebar 3,5 meter, dan ketebalan 0,1 meter. Dengan spesifikasi tersebut, total volume pekerjaan betonisasi mencapai 56 meter kubik.

Pembangunan jalan desa tersebut menelan anggaran sebesar Rp143,1 juta yang bersumber dari Bantuan Keuangan Khusus Akselerasi Pembangunan Perdesaan melalui APBD Kabupaten Bogor.

Pelaksanaan pekerjaan dilakukan secara swakelola oleh Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) dengan target waktu pengerjaan selama delapan hari kerja.

Pemerintah Desa Purwasari berharap pembangunan tersebut dapat meningkatkan kualitas infrastruktur desa sekaligus memberikan kemudahan, kenyamanan, dan kelancaran mobilitas masyarakat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.

Tidak Hanya Infrastruktur

Kepala Desa Purwasari, M. Mustofa, mengatakan pemanfaatan Bantuan Keuangan Khusus Akselerasi Pembangunan Perdesaan pada tahap pertama tidak hanya difokuskan pada pembangunan fisik.

Menurutnya, terdapat sejumlah program yang telah direncanakan dan dijalankan untuk mendukung pembangunan desa secara menyeluruh, mulai dari infrastruktur, pendidikan, pemberdayaan ekonomi hingga pengembangan kepemudaan.

“Untuk Bantuan Keuangan Khusus Akselerasi Pembangunan Perdesaan dari APBD Kabupaten Bogor untuk Desa Purwasari, di tahap satu ada beberapa kegiatan,” ujar M. Mustofa.

Program tersebut, kata dia, meliputi betonisasi jalan desa, pembangunan betonisasi dan kelengkapan infrastruktur di kawasan Pajajaran, program Satu Desa Satu Sarjana, digitalisasi desa, bantuan bagi pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM), serta program pembinaan kepemudaan.

Rencana Pendirian BLK untuk Pemuda

Dalam bidang kepemudaan, Pemerintah Desa Purwasari juga berencana mendirikan Balai Latihan Kerja (BLK) sebagai salah satu upaya meningkatkan keterampilan dan daya saing generasi muda.

Program tersebut nantinya akan didukung dengan pengadaan sejumlah sarana pelatihan, di antaranya mesin jahit dan mesin obras, serta tenaga pengajar yang akan memberikan pembekalan keterampilan kepada para peserta.

Menurut M. Mustofa, keberadaan BLK diharapkan dapat memberikan bekal keterampilan bagi pemuda Desa Purwasari agar lebih siap memasuki dunia kerja.

“Harapannya para pemuda itu bisa memiliki skill. Selain memiliki skill, kita pun sudah berkomunikasi dan menjadikan sebuah komitmen dengan salah satu PT, sehingga nantinya bisa langsung disalurkan ke dunia kerja,” ungkapnya.

Ia berharap program tersebut tidak hanya meningkatkan kemampuan teknis para pemuda, tetapi juga membuka peluang kerja dan membantu mengurangi angka pengangguran di lingkungan desa.

Program Satu Desa Satu Sarjana

Selain pengembangan keterampilan, Pemerintah Desa Purwasari juga menjalankan program Satu Desa Satu Sarjana sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia.

M. Mustofa menjelaskan, berdasarkan petunjuk teknis yang berlaku, penerima manfaat program tersebut terdiri atas satu orang dari unsur masyarakat dan tiga orang dari unsur perangkat desa.

Untuk penerima dari unsur masyarakat, bantuan pendidikan diberikan sebesar Rp7 juta per semester.

Dalam menentukan calon penerima bantuan pendidikan, Pemerintah Desa Purwasari melakukan sejumlah pertimbangan, mulai dari kondisi calon penerima, motivasi, minat, kemampuan intelektual hingga kesungguhan dalam menempuh pendidikan.

“Kita lihat yang pertama adalah kondisi, lalu motivasi. Karena sasaran desa ini nantinya menjadi aset desa, aset kabupaten. Sehingga dari sisi intelektualitas, minat dan kesungguhannya harus kita data benar-benar,” jelasnya.

Menurut dia, proses seleksi tersebut dilakukan agar program bantuan pendidikan benar-benar dapat memberikan manfaat jangka panjang, baik bagi penerima maupun bagi pembangunan Desa Purwasari dan Kabupaten Bogor secara lebih luas.

Dorong Pengelolaan Sampah Sesuai Kondisi Desa

Di samping pembangunan infrastruktur dan peningkatan kualitas sumber daya manusia, M. Mustofa juga menyoroti pentingnya pengelolaan sampah di tingkat desa.

Ia berharap kebijakan dan program pengelolaan sampah ke depan dapat diterapkan secara lebih fleksibel dengan mempertimbangkan kondisi serta kemampuan masing-masing desa.

Menurutnya, tidak seluruh desa di Kabupaten Bogor memiliki kondisi yang sama, khususnya terkait kesiapan sumber daya dan ketersediaan lahan untuk mendukung pengelolaan sampah.

“Untuk ke depan pengelolaan sampahnya itu disesuaikan dengan kondisi desa. Karena tidak sama kondisi desa di Kabupaten Bogor. Ada yang sudah mulai, ada yang belum, dan setiap desa tidak sama-sama memiliki lahan untuk pengelolaan sampah,” pungkasnya.

Melalui berbagai program tersebut, Pemerintah Desa Purwasari berharap Bantuan Keuangan Khusus Akselerasi Pembangunan Perdesaan dapat memberikan manfaat nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat.

Pemanfaatan anggaran tersebut diharapkan tidak hanya menghasilkan pembangunan infrastruktur yang dapat langsung dirasakan warga, tetapi juga mampu mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat, meningkatkan kualitas pendidikan dan sumber daya manusia, serta menciptakan generasi muda yang memiliki keterampilan dan daya saing di dunia kerja.


Laporan: JK 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

LSM BARAK INDONESIA MARCAB KABUPATEN SUKABUMI RESMI DAFTARKAN ORGANISASI KE KESBANGPOL

FJP2 UNGKAP DUGAAN MINIM TRANSPARANSI PROYEK BRONJONG DI LALADON

PETANI SALAK JAYA DUKUNG PT BSS, MINTA PENGUKURAN 117 HEKTARE LAHAN SEGERA DILAKSANAKAN